Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANAK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2015

MANFAAT PELUKAN SANG AYAH BAGI BAYI

MANFAAT PELUKAN SANG AYAH BAGI BAYI

Seorang ayah harus tahu hal ini, bahwa ada keajaiban di balik pelukan sang Ayah.
Ini bukan mitos.
Jika ini bermanfaat, share kepada suami, istri, saudara, atau mereka yang pelu mengetahui.


Pada umumnya, seorang ayah jarang meluangkan waktu untuk mengurus anak.
Tapi ternyata, pelukan seorang ayah sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang otak anak.
sebagaimana dilansir oleh sayangi.com, Pelukan tak hanya sebagai ungkapan cinta yang sesungguhnya, ternyata kasih sayang orangtua kepada anaknya juga memiliki segudang manfaat dan keajaiban yang luar biasa bagi tumbuh kembang sang anak. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan sentuhan fisik yang bisa meraba aspek emosional manusia, dan bentuk sentuhan itu adalah pelukan. Bahasa cinta yang paling kuat ini bahkan lebih efektif dibanding kata-kata atau pujian.

Jika dunia selalu mengagungkan pelukan dan cinta seorang ibu, bukan berarti pelukan dan cinta seorang ayah tak memiliki manfaat. Bahkan pelukan ayah diketahui berperan penting bagi karakter dan psikologis anak-anaknya.

Melly Puspita Sari, psikolog sekaligus pengarang buku "The Miracle of Hug" mengatakan bahwa pelukan seorang Ayah dapat menjadi media untuk mentransfer kemandirian dan keberanian ke anak  berinteraksi dengan figur otoritas di luar rumah. Anak yang sering mendapat pelukan ayah cenderung menjadi anak mandiri, tidak penakut, dan lebih kuat dalam berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.

"Saat Ayah memeluk, sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah," kata Psikolog Melly Puspita Sari Psi dalam talkshow Berbagi Pelukan.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifar penuh kasih atau empati pada anak. "Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain," lanjutnya.
Ditilik dalam kehidupan nyata, Ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak. Menurut Melly, bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk.
"Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya," ujar psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug-nya tersebut, Melly juga mengungkap bahwa pelukan orangtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak. Dengan pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai.

Hasil penelitian di University of Italy menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.
Dan ketika pelukan dengan rasa sayang ini di teruskan hingga masa kanak-kanak dapat menjadikan pribadi anak yang tidak gampang stress. Tak hanya itu, pelukan yang tulus juga dapat menjadi media ampuh untuk meredakan konflik. Pelukan yang tulus juga dapat meluluhkan hati yang keras. Demikian menurut Penelitian Journal of Epidemiology and Community Health.
"Karenanya seorang istri harus memberi pengertian pada suami bahwa ia pun juga harus memiliki kebiasan memeluk anak. Misalnya dengan mengatakan, 'mau tidak setelah besar nanti anak-anak kita tidak melupakan kita tetap sayang dan menganggap ayah adalah sosok hero untuk dirinya sepanjang hidupnya," saran Melly.
Jadi tak perlu khawatir dengan mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng. Karena pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat ciptaan dokter di dunia.
Lalu bagaimana dengan seorang ayah yang betul-betul jarang di rumah karena faktor pekerjaan? Contohnya Pelaut?
Tak ada solusi selain si ayah memberi perhatian kepada anak saat ayah berada di rumah.  Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk mengajak anak bermain dan sekedar jalan-jalan sorea bersama keluarga. Habiskan waktumu di rumah untuk dia, seolah-olah ia lebih penting dari segalanya.  Utamakan anak daripada gadget atau game favorit. Puasa online saat sedang bermain dengan anak.

PENGALAMAN MANIS JADI ISTRI PELAUT

PENGALAMAN PILU JADI ISTRI PELAUT

PENGALAMAN TELAH BERBUAH MANIS

Kesabaran seperti Pohon yang berakar pahit tapi berbuah dengan manis.
Artinya, ketika seseorang bersabar menunggu jawaban Tuhan itu pasti terasa pahit.  Tapi setelah semuanya tuntas, buahnya manis.

Hay,, ketemu lagi dengan saya Eri. 
Kembali berkenalan ya, saya adalah istri seorang Pelaut, Ibu seorang putra, dan mahasiswi Strata-2 jurusan Magister Theologia di STBI Semarang.


Kali ini saya bongkar-bongkar mengenai rahasia keluarga pelaut yang disembunyikan banyak orang.


Pertama, Pelaut sudah pasti jarang di rumah.


Kalau suamiku berlayar biasanya 3 bulan di darat 8-10 bulan di laut.  
Oleh karena itu, jangan berharap dia akan jadi security yang 24 jam berada di sisimu. 
Jika engkau wanita baik-baik, sebaiknya pikir-pikir dulu jika ingin jadi istri pelaut (maksud saya, jangan lihat uangnya doang, tapi pikir resikonya).

Selama ditinggal berlayar ada banyak kerinduan dan kesepian yang rata-rata dirasakan oleh semua orang ketika berjauhan dengan pasangannya.

Ingat bahwa, perempuan yang ingin jadi istri pelaut haruslah seorang perempuan yang bermental baja.  Kenapa? Karena jika istri pelaut cengeng, akan sulit untuk menjalani hidupnya nanti. 
Hamil gak ditungguin suami (bikinnya sama2, eh pas udah jadi ditinggal sendiri karena berlayar). 

Kedua, Istri pelaut seringkali dicemooh orang.

Ketika kami baru menikah selama 3 bulan, waktu itu suamiku terpaksa pergi berlayar ikut kapal asing (perusahaan Korea).  Saya ditinggalkan sendirian di kos-kosan (maklum belum punya rumah).  Kami memulai hidup kami yang sebenarnya, yaitu hidup seperti keluarga dan pasangan pelaut biasanya. Berpisah jauh-jauh.
Saya kerap kali dapat cemoohan dari para teman-teman saya, tetangga, apalagi mantan (hihihi).  Kata-kata yang tidak saya lupakan adalah perkataan seorang teman saya: Wah kasihan juga kamu ini, harusnya kalian masih pengantin baru, eh malah ditinggal.  Kamu bodoh menikah dengan pelaut. Sekarang terbukti kan, ditinggal begini.  Orang bingung dengan statusmu, gadis bukan, janda juga bukan.
Oh ya ampun, sedih banget dengar kata-kata itu. Lebih lagi kala mereka tahu saya sudah mengandung.  Ada banyak kata-kata yang tidak membangun saya.
Tapi semuanya itu hanyalah konsekuen dari apa yang telah kupilih dan kutetapkan hati.  Toh kalau dipikir-pikir, hidup saya lebih baik dari orang yang mengatakan itu, karena sampai sekarang dia sudah umur 40tahun (lebih), tapi belum menikah juga. Hehehe (perawan tua nih ceritanya).

Ketiga, Istri yang mandiri.

Saya seringkali lewat di depan rumah orang yang jalannya itu kebetulan licin. Tiap berangkat kerja saya naik motor. Mereka sangat takut, manakala saya akan jatuh tergelincir. Tapi syukur pada Tuhan (alhamdullillah ya), saya tak pernah jatuh selama hamil.  Saya masih mengendarai motor sampai usia kandungan 8 bulan 2 minggu (terpaksa berhenti karena anak saya lahir pada umur 2 minggu kurang 9 bulan).
Banyak sih yang bilang bahwa saya termasuk mandiri. Tapi mereka gak tahu hati saya yang sering menanggung kesedihan sendiri di kamar, menangis sambil menahan suara tangis supaya tidak ketahuan orang lain.

Keempat, BADAI PASTI BERLALU.

Ternyata semua itu hanya berlalu selama 3-6 bulan pertama pernikahan.  Setelah itu saya lebih enjoy.  Saya kuliah, ke salon, melakukan kegiatan positif, bekerja, atau sekedar jalan-jalan bersama adek-adek dan anak saya.  
Omongan orang yang negatif itu sudah berlalu.

Kita hidup tidak ditentukan oleh perkataan orang lain.  

Keluarga kita tidak ditentukan oleh perkataan rendah dari mulut-mulut yang tidak berperasaan.  Katakan pada diri Anda sekarang: Anak ini ya anak kami, suami itu ya suami saya (pastikan juga bukan suami orang lho ya!).  Keluarga ini ya keluarga saya.  Apakah hubungannya dengan perkataan orang itu?

Ingat friends, hidup kita hanya ditentukan oleh sabda Allah. Semangat.
Salam keluarga pelaut.
Jalesveva Jayamahe


Minggu, 07 Juni 2015

MUNCUL BINTIK MERAH SETELAH PANAS TINGGI

Seminggu kemarin saya sangat sedih. Kenapa tidak, bayi Geoffrey panas sampe 39.5 dercel. Hiks.Hiks.. apa yang harus saya lakukan?  Saya sangat sedih.

Kronologisnya
Dari anak saya ultah, 1 Mei 2015, saya ganti sufornya.*Maaf anak saya sambung sufor karena asi gak cukup. Setelah itu dia langsung diare ringan(pup 3-4 kali/hari)
Setelah 3 hari saya bawa ke dokter spesialis anak.  Kata dokter anak saya diare ringan.  Lalu diberikan obat Zinc***.  Obat itu ternyata harus habis, tapi anak saya tidak sampai menghabiskannya, akhirnya dia diare lagi.

Tapi bukan hanya diare, badannya mulai panas. Oh bagaimana ini?
Lalu saya bawa lagi ke dsa.  Dsa bilang anak saya kena disentri.  Dokter itu memberikan obat lagi sementara yang kemarin saja masih dan disuruh meneruskannya.
Selang beberapa waktu, ternyata diarenya gak sembuh-sembuh.  Lalu saya share di salah satu grup ibu-ibu, mereka menyarankan untuk mengganti susu atau kembali ke susu semula sebelum benar-benar beralih total.
Saya ikuti. Alhasil Geoffrey sembuh dari diarenya.  Tapi demamnya kok masih tinggi aja, padahal saya sudah berikan penurun panas?

3 hari kemudian, panasnya turun.  Saya lihat di kulitnya muncul bercak-bercak merah.  Saya search di internet ternyata itu namanya roseola infantum.  Penyakit ini ditandai dengan setelah panas tinggi, muncul bercak merah di kulit.  Saya jadi tenang setelah panasnya turun.  Saya cuma memberikan cream di kulitnya supaya cepat sembuh.

Tak lama sesudah itu, anak saya batuk pilek.  Batunya berdahak.  Kalau anak saya tidur, dadanya berbunyi.  haduh kenapa begini lagi.  Akhirnya, saya bawa ke dokter yang lain.
Dokternya memberikan obat dan juga menyarankan untuk diuap.

3 hari selanjutnya saya bawa anak saya lagi ke dokter, lalu diuap.  Waktu diuap, dia nangis kejer.  Sampe-sampe mukanya merah semua.  tapi ternyata justru bagus kalau anaknya nangis saat diuap biar paru-parunya terbuka.

Tak sampai seminggu kemudian, anak saya sembuh.

Saya bersyukur pada Tuhan.

Meninggalkan Anak di rumah untuk pertama kalinya

Bagi seorang Ibu, tentu merupakan suatu hal yang sulit ketika meninggalkan anak untuk bekerja.
Namun, jika tidak bekerja bagaimana dengan masa depan sang Anak dan kebutuhannya.
Ada banyak kontroversi antara Ibu yang bekerja dengan Ibu Rumah Tangga yang hanya mengurus keluarga.
Antara keduanya saling membanggakan diri. Tak jarang ibu-ibu Rumah Tangga yang membanggakan diri dan merasa telah menjadi Ibu yang sempurna dibanding Ibu yang bekerja dan meninggalkan anak di rumah.

Hal itu memicu kemarahan dua kubu ini dan sindir-sindiran di facebook, twitter ataupun akun media sosial lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa baik Ibu yang bekerja maupun Ibu yang stay di rumah saja sama-sama memiliki hati sebagai seorang Ibu.
Mereka bekerja untuk anaknya dan mereka juga selalu di rumah untuk anaknya.
Keduanya sama-sama tidak sempurna. Tak ada Ibu yang perfect di dunia ini.

Oleh karena itu jangan saling merendahkan atau saling sindir-menyindir.  Masing-masing kita punya niat baik untuk anak kita.
Meskipun Ibu 24 jam di rumah bersama anak tapi kalau tidak maksimal mengurus anak ya sama saja, anaknya sakit-sakitan. Itu hanya alasan untuk malas bekerja saja.
Ataupun meskipun 8 jam meninggalkan rumah karena bekerja tapi kalau doanya terus untuk mendoakan anaknya dan niatnya baik bekerja tulus demi anak, maka Tuhan akan melimpahkan kesehatan kepada keluarganya.

Ibu-ibu zaman dahulu mengurus anak dan juga bekerja, tapi bukan untuk gagah-gagahan sama ibu-ibu yang lain.  beda dengan sekarang.  Ibu-ibu yang full time di rumah kadang-kadang hanya untuk menunjukkan bahwa mereka sungguh-sungguh mengasihi anak dan suami, lalu menyindir ibu-ibu lain yang pergi pagi pulang petang.

Ohya, ada tips bagi Ibu muda yang baru meninggalkan anak di rumah:
1. secara emosi Ibu harus tenang, Karena si anak punya ikatan batin dengan kita, jika Ibu tenang maka anak juga kuat dan tegar.
2.  Ibu harus sering mendoakan anaknya seberapa banyak ia mengingatnya.
3.  Ibu harus mempersiapkan segala kebutuhan anak sebelum berangkat, termasuk Asip, Popok, Mpasi, dll.
4.  Berikan petunjuk kepada orang yang dititipkan bagaimana mereka harus menanganinya saat dia lapar atau haus, ngantuk atau ngompol, dll.
5.  Sebisa mungkin ketika di rumah, puasa Hape atau laptop, luangkan waktu pada anak.

Terimakasih.  Semoga bermanfaat.

Rabu, 06 Mei 2015

IMUNISASI PCV

Bagi pengalaman buat para bunda yang ingin tahu tentang imunisasi pcv.
Kami sekeluarga jarang ikut imunisasi karena kurangnya pemahaman dari orangtua kami mengenai imunisasi. Syukurlah karena suami saya mendukung imunisasi untuk anak meskipun menguras dompet. Tapi percayalah bahwa semua itu jauh lebih kecil dibanding kesehatan anak kita.

Anak saya umur 4 bulan baru imunisasi pcv. Hal ini terjadi karena saya banyak pertimbangan. Dan setelah suami saya pulang dari luar negeri (kebetulan suamiku pelaut). 
Kami baru menghubungi Dokter Spesial Anak (Dsa) untuk mengkonsultasikan apakah anak kami masih bisa vaksin pcv, alhasil ternyata masih bisa.

Setiap kali vaksin pcv harganya lumayan, di dsa anak saya Rp.750.000,- Meskipun banyak yang kurang setuju dengan vaksin yang mahal ini, namun kami melakukannya dengan semangat.

Makin hari anak saya makin bertumbuh sehat, tidak gampang tertular penyakit.  Bahkan ketika Ibu saya mengalami infeksi paru-paru yang parah, Ibu saya tidur bersama aku dan anakku, tetapi puji Tuhan karena anak saya tidak tertular.
Dengan demikian, saya himbau untuk kita semua supaya melengkapi vaksin atau imunisasi anak sebelum terlambat.

Secara singkat, kegunaan imunisasi pcv ini adalah untuk mencegah si anak menderita atau tertular penyakit paru-paru yang mematikan. Karena penyakit pneumonia ini sangat berbahaya.
Ya memang perlu berdoa dan beriman bahwa Allah akan menjaga anak kita, tetapi ada baiknya juga kita berusaha untuk memeliharanya.

Imunisasi PCV atau Prevnar 13 adalah salah satu vaksin pneumokokkus yang diberikan pada bayi dan anak untuk mencegah infeksi Streptococcus pneumonia, bakteri penyebab penyakit IPD (invasive pneumococcal diseases). Prevnar-13 (PCV-13) mengandung 13 serotipe Streptococcus pneumonia, yaitu serotipe 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A , 19F dan 23F. Prevnar 13 saat ini sudah tersedia di Indonesia. 
KOMPOSISI, Setiap 0,5 ml Prevnar 13 mengandung antigen Streptococcus pneumonia serotipe 1, 3, 4, 5, 6A, 6B, 7F, 9V, 14, 18C, 19A , 19F dan 23F. 

INDIKASI
 
Prevnar 13 atau disebut juga PCV-13 diindikasikan untuk imunisasi aktif untuk mencegah penyakit IPD (invasive pneumococcal disease) yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia.
 

DOSIS DAN CARA PEMBERIAN
 
Prevenar diberikan dengan cara disuntikkan intramuskular (disuntikkan pada otot) dipaha (anak di bawah 1 tahun) atau di lengan atas (anak besar/dewasa). Imunisasi Prevnar 13 diberikan 4 kali pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 12 – 15 bulan. Dosis setiap pemberian adalah 0,5 ml.
 

KONTRAINDIKASI
 
Kontraindikasi pemberian Prevnar 13 adalah :
 

  • Reaksi alergi berat (seperti reaksi anafilaksis) terhadap salah satu komponen vaksin Prevnar 13.
  • Reaksi alergi berat terhadap vaksin yang mengandung toksoid difteri.

Rabu, 08 April 2015

TIPS BAYI 3 BULAN NAIK PESAWAT

Setiap liburan kita pasti ingin mudik ke kampung halaman. Namun, hal itu tertunda karena buah hati masih terlalu kecil untuk dibawa terbang jauh-jauh.
Ibu-Ibu yang baik, jangan galau lagi ya. saya bagikan tips supaya anak Anda nyaman melakukan perjalanan panjang.

Anak usia di bawah 3 bulan sebaiknya tidak dibawa naik pesawat karena dikuatirkan berpengaruh pada otaknya.  Goncangan-goncangan di pesawat membuat trauma pada otak bayi dan hal itu tentunya tidak baik bagi pertumbuhan otaknya.  sebagaimana dilansir oleh http://blog.traveloka.com/usia-berapa-bayi-naik-pesawat/ Ketentuan tiap maskapai bisa berbeda-beda, ada yang minimum usia 2 hari, ada yang minimum usia 14 hari. Maskapai biasanya akan meminta Surat Keterangan Medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi cukup sehat untuk terbang.
Bayi berusia di bawah 2 minggu memiliki risiko lebih besar. Dalam usia dini ini, daya tahan bayi masih sangat lemah dan karenanya rentan untuk terjangkit penyakit seperti batuk atau flu dari orang sekitar di ruang kabin pesawat nanti.
Jadi kapan usia terbaik untuk bayi naik pesawat? Usia minimum 3 bulan dianggap usia yang paling aman untuk bayi naik pesawat.
Ada 12 tips naik pesawat nyaman bersama bayi dilansir oleh Cussons dari Ayah Bunda. https://www.facebook.com/CussonsMumMe.Id/posts/660293330665818
12 Tips Naik Pesawat Bersama Anak
Dear Bunda persiapan mudik dengan pesawat Tak sedikit orang tua mengalami kebingungan saat mengajak balita dalam penerbangan. Karena balita yang sedang aktif tak mau tenang selama dalam perjalanan. Belum lagi timbul kerepotan-kerepotan yang lainnya. Naik pesawat bersama balita diperlukan beberapa persiapan dan kiat tersendiri. Agar acara penerbangan lancar dan menjadi kegiatan yang menyenangkan.
1. Jika Ada terbang jarak jauh dengan bayi, mintalah kursi sekat dan siapkan tempat tidur bayi sebelum penerbangan. Bassinet dapat digunakan untuk anak hingga usia 18 bulan, namun paling cocok untuk bayi di bawah delapan bulan.
2. Jika Anda sedang hamil lebih dari 24 minggu, pastikan mendapat surat keterangan dari dokter atau bidan yang menyatakan Anda layak terbang.
3. Sampailah ke bandara lebih awal sebelum penerbangan. Agar Anda tidak lari tergesa-gesa sambil menyeret banyak koper dan menggendong atau menggandeng anak karena mepet dengan jam penerbagan. Hal ini bisa menjadikan stres dan kelelahan.
4. Di dalam pesawat, jangan berharap Anda dapat membaca buku atau novel favorit, jika balita ikut serta. Anggaplah sebagai bonus jika memang Anda mendapat kesempatan tersebut.
5 Ingat, di dalam pesawat Anda tidak boleh membawa tempat air atau makanan lebih besar dari ukuran 100 ml. Susu dan makanan bayi diperbolehkan, namun Anda akan diminta untuk mencicipinya.
6. Jika membawa bayi, ambil kain gendongan dan kereta ringan – karena Anda tidak akan selalu mendapatkannya kembali saat di pintu pesawat.
7. Periksa bagasi dan hand baggage allowances di situs maskapai penerbagan Anda. Mencoba mengepak ulang dengan kepanikan di bandara bukan suatu hal yang menyenangkan.
8. Bawa popok lebih banyak, karena perubahan tekanan udara bisa mengakibatkan gangguan pada perut bayi.
9. Susui bayi ASI atau Beri makan bayi Anda saat sudah lepas landas dan mendarat untuk mencegah sakit telinga. Anda bisa memberinya kue,biskuit anak-anak atau sesuatu yang dapat mereka hisap.
10. Bawa beberapa mainan ukuran kecil, seperti kertas mewarnai atau buku bergambar. Bagi balita yang sudah lebih besar biarkan mereka bermain game komputer selama mereka suka.
11 Makanan airline masih kurang ramah untuk anak-anak dan harganya juga mahal. Bawa beberapa makanan ringan yang tidak lengket. Dan jangan membawa minuman dalam kemasan karton karena bisa menyemprot ke mana-mana dan tidak bisa ditutup kembali setelah dibuka.
12 Jika Anda membawa anak-anak kecil dalam penerbangan panjang, bawakan baju piyama untuk watu malam. Jangan terlalu kawatir tentang jet lag, anak mengalaminya lebih sedikit dibanding orang dewasa.
sumber : Ayahbunda

Demikian kiranya bermanfaat

Senin, 16 Maret 2015

Ibu Cerdas membesarkan bayi cerdas

Ibu adalah guru yang paling diidolakan oleh seorang bayi.  Dengan demikian, peran sang Ibu tidak hanya mengandung dan melahirkan namun juga mendidik dan menjadikan dia anak yang tumbuh sehat dan cerdas.
Adalah salah apabila kita menginginkan punya anak lebih dari satu tapi kita ogah mengurusnya menjadi anak yang benar-benar memiliki bakat.

Sejak dalam kandungan, anak sudah bisa mengenal Ibunya.  Pernah terbayangkan gak? kita-kita pernah sehidup semati dengan Ibu kita. Kita bernafas dari Ibu kita, kita makan dari dia, dan kita bergerak di dalam dia. Jika Ibu kita jahat, ia bisa membunuh kita sebelum kita melihat dunia ini.
Namun Ibu kita sangat baik, dia berjuang untuk Anda.

Stimulasi bayi sejak dalam kandungan
Banyak Ibu-Ibu yang belum tahu bagaimana cara menjadi Ibu dari seorang individu yang hebat kelak.
Sebenarnya sejak dalam kandungan seorang Anak telah bisa menerima pesan dari luar.  Ketika janin umur 16 minggu mulai ajak dia berbicara dengan kasih sayang.  Belailah anak anda lewat perut dan ungkapkan kasih sayang.  Meskipun dia belum punya telinga yang sempurna tapi ingat dia adalah seorang manusia yang punya roh.  Dia adalah ciptaan Allah yang mulia seperti Anda.
Anak yang sudah dibiasakan berkomunikasi hangat dan penuh kasih, akan menjadi anak yang baik nantinya dan menjadi pribadi yang berjiwa besar.

Ketika janin sudah berusia 28 w, mulai bermain lampu senter dengannya untuk melatih penglihatannya.
Senter diarahkan ke perut dan kemudian dipadamkan sambil terus menjelaskan kepadanya apa yang sedang dia lihat.

Jangan lupa juga untuk terus memutar musik klasik untuk membantu menenangkan janin Anda dan juga membantu perkembangan otaknya.  Dengarkan musik klasik setiap hari secara teratur.  Sangat baik dilakukan sambil bersantai dan berbicara dengannya.
Anda akan merasakan tendangan si kecil dalam perut ketika musik itu diputarkan.

Stimulasi bayi sejak 0 tahun
Terkadang kita menganggap bayi yang baru lahir tidak tahu apa-apa. Ia hanya seorang individu yang kecil berkulit keriput seperti kakek tua.
Namun, sekali lagi jangan lupa bahwa anak juga memiliki roh. Manusia terdiri atas tubuh, jiwa, dan roh (trikotomi) dan menurut paham dikotomi manusia terdiri atas Tubuh dan Jiwa (roh).
Terlepas dari paham apa yang Anda percayai, tapi yang jelas anak kecil pun punya jiwa.

ketika mengganti popok ajaklah dia berbicara layaknya seorang teman.  ketika matanya sudah berfungsi dengan baik, tataplah matanya dan tersenyum padanya. Ungkapkan kasih kepada anak melalui sentuhan.

Sangat baik untuk melakukan pijit pada bayi, hal ini membantu pembentukkan ikatan batin antara anak dan Ibu, dan juga menjaga kesehatan bayi. Ibu bisa melakukannya sendiri dengan membelai keningnya, pipi, kedua tangan dan kakinya.  Anda bisa dapatkan tutor pijit bayi di google.

Bernyanyi sesering mungkin ketika anak anda bangun dan ajak dia memberikan respon.
Pegang kedua tangannya dan tatap dia, katakan bahwa Anda sangat banggga padanya.

Putar juga musik klasik supaya anak bisa mendengarnya, hal ini akan membuat dia tidur dengan mimpi-mimpinya.  Bayi yang tidur dengan teratur akan mengalami pertumbuhan yang baik.
Saat bayi tidur ada banyak sel-sel otaknya yang berkembang.  Jadi jagalah tidurnya tetap nyenyak dan aman.

Selain hal di atas, asupan nutrisi juga sangat perlu ya bunda. Bukan soal mahalnya bahan makanan baby, tapi soal keseimbangan gizinya setiap hari.
Berikan makanan yang mengandung protein.  Salah satu makanan yang mengandung omega 3 untuk otaknya adalah ikan salmon dan telur.
Telur puyuh juga baik untuk anak-anak,


Minggu, 23 November 2014

SUARA HATI ANAK PELAUT

SUARA HATI ANAK PELAUT

Ayah, suatu hal terindah dalam hidupku ketika bertemu denganmu. Engkau adalah sosok yang selalu kubayangkan memelukku dalam tidurku, menggendongku, dan mendekapku dengan kasihmu.

Ayah, betapa bahagia setelah sekian lama saya hadir di dunia ini dan ayah baru pertama sekali menggendong saya.  Saya adalah anak yang tegar dan kuat, selama dalam kandungan saya tidak dibelai oleh tangan seorang ayah, saya tidak diajak bicara oleh seorang ayah.  Dari dalam kandungan, saya hanya mendengar suara Ibu yang lembut menyapaku setiap waktu.

Ayah, ketahuilah betapa Ibu berjuang untuk menurunkan aku ke dunia ini, Ia juga mempertaruhkan nyawanya demi kehadiranku meskipun ayah tak tahu itu.  Ayah bangga punya Ibu yang bertahan dan berjuang demi membuat aku dan ayah bisa bertemu. Saya bangga sama Ibu.

Ayah, saya juga bangga denganmu.  Engkau mengarungi samudera luas, menerjang ombak yang besar, mempertaruhkan nyawamu demi aku, yah demi masa depanku.  Meskipun ayah tahu bahwa ayah tidak memiliki dua nyawa, namun saya salut karena ayah rela.

Ayah, betapa sedihnya saat ayah mau berlayar lagi.  Waktu 3bulan bersama ayah rasanya sangat kurang untuk bersamamu.  Saya masih ingin didekap ayah.  Saya masih rindu mendengar suara ayah. 

Ayah, saya pasti sangat merindukanmu.

Ayah, baik-baik di laut ya.  Jangan tinggalkan saya untuk selamanya.  Hidup saya kacau tanpa ayah.  Begitu besar harapan saya bahwa ayah pulang dengan selamat.

Ayah, saya mengasihimu.  Dan tolong kasihilah Ibuku, jangan duakan Ibuku.  Saya percaya ayah tidak akan mengecewakan kami.  Jika Ibuku kecewa saya juga terluka.  Saya janji saya akan menjadi anak yang baik, dan akan menjaga Ibuku di sini sampai ayah pulang.

I love you ayah. I miss u.

Lihatlah Ibuku selalu menumpuk rindu di sini.  Mengangkat beban yang biasanya ayah lakukan.  Menanggung semua tanggungjawab yang biasanya kalian lakukan berdua.  Ayah pasti tahu betapa repotnya Ibu selama ayah di rumah, dan lebih repot lagi saat ayah sudah berangkat.

Ayah, saya mau besar dan bertumbuh jadi anak yang pintar.  Doakan aku yah, dan doaku menyertaimu ayah, sebagaimana diajarkan Ibuku bahwa doa adalah kekuatan kita.

Selamat bertugas ayahku.

We love you so much.

By: Geoffrey Cakrawala Tafonao


Kamis, 20 November 2014

INDONESIA MISKIN LAGU ANAK-ANAK

Setiap lagu yang beredar di masyarakat akan mempengaruhi setiap pendengar lagu untuk menyanyikan lagu itu.  Penggemarnya bukan hanya anak muda, orangtua, remaja, dan bahkan anak kecil di bawah 5 tahun sekalipun.

Saat ini Indonesia miskin akan lagu-lagu yang cocok untuk anak kecil.  Audisi-audisi yang dilaksanakan oleh televisi memperlihatkan bagaimana gambaran anak Indonesia.  Kebanyakan anak-anak yang masih usia SD sudah menyanyikan lagu-lagu dewasa.

Sebenarnya, jika dibanding dengan zaman dahulu ketika saya masih kecil, sangat jauh berbeda.  Dahulu anak-anak masih suka menyanyikan lagu anak-anak.  Pada saat itu muncul artis-artis cilik seperti Agnes Monica, Gita Gutawa, dll.  Namun saat ini sangat jarang ditemukan lagu khusus anak-anak.  Memang ada, namun harus diakui bahwa sudah tidak semenarik dahulu.
Demikian juga tontonan anak-anak pada saat ini,tak lagi menggemari tontonan yang seyogianya bagi anak-anak kecil.  Saat ini bahkan anak lebih suka menonton sinetron daripada film-film boneka.  Menurut saya, ini salah satu hal yang memicu terjadinya kenakalan remaja.  Karena konsumsi audio-visual anak tersebut sangat mempengaruhi perkembangannya di masa yang akan datang.

Sebagai orangtua, seharusnya sangat berhati-hati untuk memperhatikan hal ini.  Lagu-lagu yang tidak mendidik dari sinetron-sinetron pun bertebaran. Contohnya: Bapak mana dimana?, Munaroh bang ocit datang, sakitnya tuh di sini, dll. Sebenarnya, secara logika lagu-lagu itu tidak mendidik bagi anak-anak kita.  Mari kita lebih selektif untuk memilihkan tontonan dan musik yang didengarkan anak.  Lagu-lagu di atas hanya menghibur orang-orang yang mengerti artinya, namun tidak menghasilkan dampak positif bagi anak-anak.  Yang ada malah dampak negatif.

Jika dilihat sekarang ini, anak-anak usia SD-SMP justru banyak yang tidak hafal lagu kebangsaan dan lagu-lagu wajib.  Namun, lagu-lagu pasaran sangat melekat di hati mereka.


Guru dan orangtua kiranya dapat bekerjasama untuk mengarahkan anak-anak, generasi bangsa Indonesia kepada hal-hal yang positif dan membangun.

Senin, 03 November 2014

Cara mengatasi Imunisasi yang bikin panas

"Mulai hari ini saya tidak akan pernah membawa anak saya imunisasi lagi"
"Imunisasi bukan menyelamatkan tapi menyakitkan bagi Anak saya!"
demikian komentar para ibu-ibu sehabis imunisasi.  Memang benar bahwa imunisasi membuat anak akan merasa panas, terutama setelah imunisasi DPT.
Namun, ada hal yang tidak diketahui oleh ibu-ibu, bahwa setelah anak mendapatkan imunisasi, maka sistem imunnya bekerja memberi kekebalan tubuh bagi sang anak.  Hal ini tentu akan membuat anak menjadi panas.

Cara mengatasi panas bagi anak setelah imunisasi:
  1. Jangan Tunggu sampai panas, segera berikan penurun panas yang sesuai bagi si Anak.  Biasanya Sanmol drop.
  2. Bagian tubuh bekas yang disuntik (secara khusus bekas suntikkan DPT) sebisa mungkin jangan disentuh, karena itu akan sangat sakit.
  3.  Segera kompress sebelum anak meringis kesakitan.

jika anak masih sering panas sampai 1 minggu di atas 38 derajat celsius, segera bawa anak Anda ke dokter atau bidan setempat untuk mendapatkan penanganan.

sebagai informasi: sekarang ini telah tersedia juga imunisasi yang tidak menyebabkan panas.  Tetapi layanan ini hanya didapatkan dari dokter.

terimakasih, semoga bermanfaat.